Menu

Mode Gelap

Opini · 19 Jun 2026 09:17 WIB ·

Mandi Junub: Menyucikan Tubuh, Menjernihkan Jiwa

Penulis: Mahbub Fauzie


 Mandi Junub: Menyucikan Tubuh, Menjernihkan Jiwa Perbesar

Catatan Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd.
Penghulu Ahli Madya / Kepala KUA Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah

Air adalah anugerah Allah yang menghidupkan bumi. Dari air tumbuh pepohonan, mengalir sungai-sungai, dan bertahan kehidupan. Namun bagi seorang Muslim, air bukan hanya sarana membersihkan tubuh, melainkan juga media penyucian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Salah satu bentuk penyucian yang diajarkan Islam adalah mandi junub (mandi wajib). Banyak orang memahami mandi junub sebatas kewajiban setelah berhubungan suami istri atau setelah mimpi basah. Padahal, di balik syariat ini terdapat nilai ibadah, pendidikan akhlak, kesehatan, dan kesadaran spiritual yang sangat mendalam.

Allah Swt. berfirman:

Dan jika kamu junub, maka mandilah.” (QS. Al-Maidah: 6)

Perintah yang singkat ini menunjukkan bahwa kesucian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang Muslim. Seorang hamba yang hendak menghadap Allah melalui shalat dituntut tidak hanya bersih secara lahiriah, tetapi juga suci dari hadas.

Kapan Seseorang Wajib Mandi Junub?

Dalam fikih Islam, seseorang diwajibkan mandi junub apabila mengalami beberapa keadaan berikut:

Pertama, keluarnya mani, baik karena hubungan suami istri, mimpi basah, maupun sebab lainnya.

Kedua, terjadinya hubungan suami istri (jima’), meskipun tidak sampai keluar mani. Rasulullah saw. bersabda:

Apabila dua kemaluan telah bertemu, maka wajib mandi.” (HR. Muslim)

Ketiga, selesai haid bagi perempuan.

Keempat, selesai nifas, yaitu darah yang keluar setelah melahirkan.

Dalam kondisi-kondisi tersebut, seseorang berada dalam keadaan hadas besar sehingga harus mandi wajib sebelum melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat, thawaf, i’tikaf di masjid, maupun menyentuh mushaf Al-Qur’an.

Tata Cara Mandi Junub

Dalam mazhab Syafi’i, terdapat dua rukun utama mandi junub:

1. Niat

Niat dilakukan bersamaan dengan air pertama yang mengenai tubuh.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya:

“Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta’ala.”

2. Mengguyur Seluruh Tubuh

Air harus mengenai seluruh bagian luar tubuh tanpa ada yang terlewat, termasuk rambut, pangkal rambut, lipatan kulit, sela-sela anggota tubuh, dan bagian lain yang mungkin tersembunyi.

Adapun sunah-sunah mandi junub sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah antara lain:

  • Membasuh kedua tangan tiga kali.
  • Membersihkan najis atau kotoran yang menempel.
  • Berwudhu dengan sempurna.
  • Mengguyur kepala tiga kali.
  • Mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan.
  • Menyela rambut hingga air sampai ke pangkalnya.
  • Menggosok tubuh dan memastikan air mengalir ke seluruh bagian badan.

Hikmah di Balik Mandi Junub

Setiap syariat yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah. Demikian pula mandi junub.

1. Menjaga Kesucian untuk Beribadah

Islam mengajarkan bahwa menghadap Allah memerlukan kesiapan lahir dan batin. Tubuh yang suci merupakan bentuk penghormatan seorang hamba kepada Rabb-nya.

2. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Mandi membersihkan tubuh dari keringat, kotoran, serta sisa-sisa biologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Syariat yang diturunkan lebih dari empat belas abad lalu ternyata selaras dengan prinsip-prinsip kesehatan modern.

3. Melatih Ketaatan kepada Allah

Tidak semua perintah agama harus dipahami terlebih dahulu hikmahnya untuk kemudian dilaksanakan. Seorang Muslim diperintahkan untuk taat karena keyakinannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

4. Mengingatkan Pentingnya Kesucian Hati

Tubuh dibersihkan dengan air, sedangkan hati dibersihkan dengan taubat, istighfar, dzikir, dan amal saleh. Keduanya harus berjalan beriringan.

5. Menumbuhkan Kesadaran Spiritual

Setelah mandi junub, seseorang kembali dalam keadaan suci dan siap beribadah. Momen ini mengajarkan bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali kepada Allah.

Lebih dari Sekadar Mandi

Sesungguhnya mandi junub bukan hanya aktivitas membersihkan badan. Ia adalah ibadah. Ia adalah bentuk ketaatan. Ia adalah pelajaran tentang kesucian. Bahkan, ia menjadi pengingat bahwa seorang Muslim tidak cukup hanya bersih di hadapan manusia, tetapi juga harus suci di hadapan Allah Swt.

Karena itu, mempelajari tata cara mandi junub yang benar merupakan bagian dari pendidikan dasar keislaman yang penting diajarkan di lingkungan keluarga. Jangan sampai seseorang rajin beribadah, tetapi belum memahami syarat sah ibadahnya.

Kesucian bukan hanya syarat ibadah, tetapi juga cermin kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Ketika air membasahi seluruh tubuh, semoga bukan hanya hadas besar yang hilang, tetapi juga tumbuh kesadaran untuk menjaga kebersihan hati, memperbaiki diri, dan semakin dekat kepada Allah Swt.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Referensi

  1. Al-Qur’an al-Karim, QS. Al-Maidah [5]: 6.
  2. Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
  3. Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Beirut: Dar al-Fikr.
  4. Syekh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, Beirut: Dar al-Fikr.
  5. Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi’in.
  6. Imam Muslim, Shahih Muslim, Kitab Al-Haidh, Bab Wujub al-Ghusl bi al-Jima’.
  7. kemenag.go.id
5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 19 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

KELUARGA HARMONIS (Tenang)

19 Juni 2026 - 08:58 WIB

NIKAH DI BULAN SURO

19 Juni 2026 - 08:49 WIB

Ketika Ujian Ekonomi Menguliti Ilusi Romantisme Pernikahan

19 Juni 2026 - 08:00 WIB

KELUARGA HARMONIS (Luangkan Waktu Sendiri)

18 Juni 2026 - 20:13 WIB

“GUE BUJANG NI….”

18 Juni 2026 - 20:11 WIB

Menjaga Agama dengan Menjaga Shalat

18 Juni 2026 - 16:52 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x