KURANG ASIN
ibu dewi memasakdi dapur sambil menunggu suaminya pulang dari kantor, kebetulan yang di masak adalah sayur kesukaan suaminya tak banyak modelnya, yang dimasak hanya sayur gori, suaminya senang sayur gori tanpa pikir panjang di sendoknya garam dimasukkannya ke wajan yang berisi sayur gori yang masih mendidih di atas kompor, lalu ia cicip kemudian asinnya menyengat terlalu asin rasanya ia baru ingat tadi telah ia kasih garam dan ia tidak tahu lagi harus bagaimana
“Kata orang dicemplungin sendok” dimasukkan sendoknya ke dalam wajan mendidih itu, setelah beberapa menit dicicipinya lagi “ aeh gak ngaruh “ batinnya diangkat sendoknya kemudian ia berpikir beberapa bentar, diambilnya hp lalu ia browsing “masakan terlalu asin “ ada lima cara yang keluar untuk mengatasinya”, di scrollnya terus ke bawah “tambahkan dengan kentang mentah “ eih gak cocok” batinnya “ini sayur gori bukan kentang pikir nya “ encerkan dengan cairan netral “ cairan netral apa” keningnya berkerut “ seimbangkan dengan rasa manis “ ini juga gak pas katanya pelan dari dulu suamiku tidak suka ada rasa manis dalam sayur “tambahkan volume masakan “ mau di tambah apa lagi ini sudah pas alisnya merapat “gunakan bahan asam “ akan jadi seperti apa rasanya pikirnya
Tidak satupun yang dilakukannya karena akan mengubah semua masakannya ternyata ia tidak tahu harus bagaimana sementara untuk masuk lagi ia sudah tidak punya waktu lagi. Waktu terus berjalan dan suaminya pun pulang dengan wajah capek ia menyambut suaminya dengan senyuman dan dibalas suaminya lalu ia mengatakan “makan dulu apa ganti baju dulu yah” katanya
“Ganti baju dulu lah” kata suaminya ia pun ke kamar ganti baju setelah keluar dari kamar
“ayo kita makan dulu yah,. udah lapar itu” katanya mereka pun makan, di sendoknya nasi ke piring suaminya dan digesernya sayur dan lauk, agar dekat dengan suaminya, sayur gori yang barusan dimasaknya. suaminya mengambil sayur gori, seperti biasa suaminya mengukuahkannya ke nasi yang ada di piringnya “jangan banyak-banyak dulu yah…kuahnya, takut keasinan mending kalau kurang nanti ditambah” katanya dengan hati berharap komentar sayur gori masakan nya, suaminya tidak menjawab tapi menyendoknya seadanya ke piring. Ia udah wanti-wanti menunggu reaksi dari suaminya tentang masakan yang kebanyakan garam tadi.
Setelah dirasa sudah pas suaminya pun mulai memakan “bismillahirohmanirohim allahumma barik lana fi ma rozaktana wa qina azabnnar” sendokan pertama ke mulutnya,sejenak ia berhenti ,istrinya lalu menunggu reaksi selanjutnya “ini kurang kecap asin….” Kata suaminya, alisnya merapat ia yang hampir tersenyum jadi berubah kaget “ masih kurang asin to yah” katanya “ padahal tadi loo itu banyak bangat garamnya “lanjutnya
“hehehe….. pantas asin bangat “ jawab suaminya langsung, wajah istrinya berubah datar “ trus kenapa tadi masih kurang kecap asin“ celoteh istrinya
Biasanya kalau ayah bilang itu asin, umi akan bilang “tadi lho gak seberapa garamnya”
“hehehe….. “ istrinya tertawa kecil sambil menunduk merasa malu…
“hehehe “ akhirnya suami istri itu tertawa bersama tertawa bahagia.








