ISTRI WANITA KARIER
Bagaimana seorang istri yang bekerja di luar rumah dan di dalam rumah tetap menjadi sosok yang salehah “ pertanyaan ini pernah terlontar dari seorang tamu yang notabene berlatarkan pendidikan pondok. “ tapi ia juga tidak menafikan bahwa banyak mantan santriwati yang berkecimpung di dunia politik atau di ranah public. Mereka sudah bersuami dan punya anak, jika di pikir bagaimana ia membagi waktunya dengan suami dan anak anaknya karena banyaknya kesibukan di luar rumah, yang paling kecil saja kita lihat banyak wanita yang jadi guru, perawat, dosen, pengusaha, pejabat, dan sejumlah profesi lainnya” kata pak bayan .
“Kenyataannya sudah banyak wanita yang menjadi seperti laki laki dalam karir, Asalkan dijalani dengan niat yang lurus, adab yang terjaga, dan tetap berpegang teguh pada syariat Islam. Berikut ini tips wanita karir yang saleha “ jelas pak penghulu
“Pertama tetap menjaga rambu-rambu syariat Islam, sebab agama islam tidak pernah membelenggu perempuan hanya saja memberi rambu-rambu agar perempuan tetap mulia di mana pun ia berada.” Lanjut pak penghulu “ Memang seolah bertentangan dengan surat Al-Ahzab ayat 33 yang berbunyi:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu.”
“Ayat ini, menurut Imam al-Qurthubi,”lanjut pak penghulu bak seorang guru besar
فمعنى هذه الآية الأمر بلزوم البيت، وإن كان الخطاب لنساء النبي ﷺ فإن سائر النساء داخلات فيه بالمعنى
“Makna ayat ini adalah perintah untuk tetap di rumah. Meskipun ayat ini ditujukan kepada istri-istri Nabi SAW, perempuan lain juga termasuk di dalamnya secara makna.” (Imam Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, )
“Jika tujuan syar’I maka boleh keluar rumah, bukan untuk bersolek di hadapan publik atau mengikuti gaya hidup hedonis. Selebihnya, perempuan tetap diberi ruang untuk menuntut ilmu, berdakwah, bekerja, bahkan memimpin jika sesuai kapasitas dan adab Islam.” , “Kedua ,” laki laki kelahiran madina ini menjeda “taat pada suami, Seorang istri saleha adalah perhiasan dunia yang tak tergantikan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw dalam hadits:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan yang salehah.” (HR. Muslim)
“Istri yang salehah adalah sumber kebahagiaan. Imam al-Ghazali menggambarkan betapa mulianya kedudukan suami di hadapan istri:
فأما حق الزوج على المرأة فأعظم الحقوق، بل لو أمر الله سبحانه وتعالى أحداً أن يسجد لأحد لأمر المرأة أن تسجد لزوجها
“Hak suami atas istrinya adalah hak yang paling agung. Bahkan jika Allah mengizinkan seseorang sujud kepada selain-Nya, pasti Dia akan memerintahkan istri sujud kepada suaminya.” (Imam Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumuddin).
“Prioritas utama istri adalah adalah menjaga hubungan dengan suami, “ tekan pak penghulu “dalam aktivitas apa pun, termasuk bekerja, baik dalam ketaatan, kehormatan, maupun pelayanan lahir dan batin, Ketiga, “ penghulu Bandar Sribhawono ini melanjutkan keterangannya “Mendapat izin suami yang bukan sekadar etika tapi bagian dari syariat. Dalam mazhab Syafi’i, seorang istri tidak dibenarkan keluar rumah tanpa izin suami, kecuali untuk hal darurat.
ولا يجوز لها الخروج من المنزل إلا بإذنه
“Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumah kecuali dengan izin suaminya.” (Imam Nawawi, Raudhah al-Thalibin)
“Ini adalah poin penting untuk diperhatikan oleh para wanita karier. Apapun pekerjaannya, mulailah dengan izin suami, karena rida Allah bergantung pada rida suami dalam hal-hal yang menjadi haknya, Keempat, “ pak bayan makin serius mendengarkan keterangan pak penghulu “bekerjalah karena Allah. Bekerja adalah bagian dari ibadah jika niatnya lurus karena Allah dan bisa membawa manfaat. Islam mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah bukan hanya berdasarkan kuantitas, tapi juga kualitas yaitu konsisten dan membawa manfaat.
أفضل الأعمال ما داوم عليه صاحبه وإن قل، وكان نفعه متعدياً إلى الغير
“Amal terbaik adalah yang dilakukan secara konsisten, walau sedikit, dan memberi manfaat kepada orang lain.” (Ibnu Qudamah, Mukhtashar Minhaj al-Qashidin,)
“ Perempuan yang bekerja untuk menafkahi orang tuanya, membantu suami, membayar pendidikan anak, atau membangun ekonomi umat, bisa bernilai ibadah asalkan halal, amanah, dan diniatkan karena Allah, Kelima, “ lanjut pak penghulu lagi, pak bayan yang dari tadi serius mulai bosan dengan khutbah pak penghuluini “menjaga kehormatan Menjaga adab di ruang publik merupakan kunci harga diri seorang muslimah. Perempuan yang bekerja harus bisa menjaga adab, menutup aurat, bersikap profesional, dan menjaga kehormatan dalam interaksi sosial. Imam Ibnu Hajar al-Haitami mewanti-wanti:
ومن الكبائر تبرج النساء وخضوعهن بالقول ومخالطتهن للرجال الأجانب بدون ضرورة
“Termasuk dosa besar adalah perempuan yang bertabarruj, berbicara dengan lembut menggoda, dan bercampur bebas dengan laki-laki asing tanpa kebutuhan syar’i.” (Ibnu Hajar al-Haitami, Az-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kaba’ir,)
Lima tips ini, jika dilakukan oleh seorang wanita bisa menapaki karier dengan penuh kehormatan tanpa mengorbankan jati diri sebagai istri muslimah. Belajar dari istri nabi Muhammad Sayyidah Khadijah dan Aisyah.” Pak penghulu memberikan contoh sejarah “ Sejarah mencatat Sayyidah Khadijah RA adalah contoh perempuan mandiri. Seorang pebisnis sukses, kaya raya, namun tetap menjadi istri yang penuh cinta dan dukungan terhadap Rasulullah Saw. Begitu pun dengan Sayyidah Aisyah RA, dia adalah seorang ahli ilmu, cendekia perempuan, rujukan para sahabat, sekaligus istri yang cerdas dan lembut. Ini adalah bukti bahwa peran rumah dan peran publik bukan dua hal yang harus dipertentangkan, tapi bisa saling menguatkan jika dilandasi iman dan adab sehingga bisa menjadi cahaya di rumah sekaligus bermanfaat di masyarakat. “ lanjutnya “ Menjadi istri salehah dan wanita karier bukanlah kutub yang saling bertentangan , Perempuan bisa menjadi cahaya penerang dalam rumah tangga dan juga sumber keberkahan bagi masyarakat luas. Islam memuliakan perempuan yang bertakwa, apapun perannya.
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang terbaik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi)
“Maka, perempuan yang bekerja karena Allah, menjaga adab, taat kepada suami, dan tetap memprioritaskan keluarganya, adalah perempuan yang luar biasa.” Tutup pak penghulu , pak bayan mangut mangut mendengar keterangan pak penghulu








