Menu

Mode Gelap

Opini · 16 Mei 2026 05:38 WIB ·

DOWN SYNDROME

Penulis: syafran lubis


 DOWN SYNDROME Perbesar

DOWN SYNDROME

Saat pak penghulu menghadiri acara pernikahan itu, tidak ada yang janggal tidak ada yang berbeda dengan biasanya. Sampai di tempat pernikahan pak kadus mengatakan “mantennya autis jadi nanti harap maklum ya pak” katanya, penghulu menjawab “oh… gitu, tapi ada walinya” lanjut pak penghulu

“ada pak, apa perlu saya panggil” kata pak kadus

“ya boleh” pak kadus pun pergi dan hilang di antara orang banyak, lalu datang lagi dengan sosok seorang laki-laki kira kira umur 6o tahun, dan duduk di samping pak penghulu “gimana pak”kata laki-laki itu

“bapak walinya?,orang tua dari pengantin perempuan?” tanya pak penghulu

” iya pak” kata bapaknya

“maaf ya pak,.. ini pengantinnya kata pak kadus sakit ya pak “

“ ooo iya pak “

“ coba gimana pak ceritanya tentang manten” lanjut pak penghulu

“oh gini pak anak saya ini DS” mulainya menerangkan keadaan pengantin

“apa,… DS?” pak penghulu menyelidik

“Down Syndrome,” tegasnya

Harga diri pak penghulu gak boleh jatuh, ia harus tahu apa itu Down Syndrome, segera ia browsing apa itu DS. Ia mengambil HP dan mengetik don sindrome, di google, yang keluar  “mungkin yang anda maksud adalah down syndrome”,

“ia itulah maksud saya” katanya dalam hati, tak berpikir panjang ia sentuhnya layar tulisan down syndrome yang berwarna biru, langsung keluar

“Down syndrome (sindrom Down) adalah kelainan genetik akibat kelebihan kromosom 21 (trisomi 21) yang menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental. Kondisi bawaan ini ditandai dengan fitur wajah khas, hipotonia (otot lemah), dan potensi komorbiditas seperti penyakit jantung. Meski menetap, dukungan terapi dini memaksimalkan kemandirian”.

Ada gambaran sedikit di kepala pak penghulu dengan penyakit pengantin ini

Sempat ia menanyakan google apa sama dengan autisme, karena tadi kata pak kadus penyakitnya autisme, google menginformasikan

Autisme (ASD) dan Down Syndrme adalah dua kondisi berbeda: autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi interaksi sosial dan perilaku tanpa ciri fisik khusus. Sebaliknya, Down Syndrome adalah kelainan genetik akibat kelebihan kromosom 21 yang memiliki ciri fisik khas (wajah rata, mata miring ke atas) dan keterlambatan intelektual

“Bukan autis ya pak!” tanya penghulu

“Ya semacam itulah pak, saya juga tidak tahu perbedaannya”

“Yang jelas anak saya itu tidak seperti kita”  kata walinya “jadi nanti mohon dimaklumi ya pak” sambungnya

Pikiran pak penghulu menerawang jauh apa mau laki lakinya menerima calon istrinya yang autis atau ds?. dari pada ia menerka nerka ia lanjut bertanya “calon suaminya sehat?”, Tanya pak penghulu

“sama pak” kata walinya “pokoknya dua duanya gak kayak kita”

“Maaf ya pak banyak tanya” Pak penghulu merasa kepo

“Gak pa pa pak” jawab wali

“Tapi tahu dia akan di nikahkan?”, Tanya pak penghulu lagi

“Tau pak” jawab wali

“Dan mau?” pertanyaan pak penghulu semakin memberondong

“Mau pak” jawaban pak wali juga ngak kalah

“Yang laki laki?” lagi Tanya pak penghulu

“Tahu pak….dan mau juga,  sejak lahir udah ada penyakit itu, ya…. dan tahunya dia cuma di rumah… aja, tidak kemana-mana walaupun pergi, ya… dengan ibunya, dengan saya, pokoknya ada keluarga, sementara yang laki-laki, juga tidak normal tidak seperti kita orang biasa, “ pak wali masih menerangkan “ dia juga taunya kerja, dan berkebun ke ladang, bawa hasilnya, hasilnya juga dia tidak tahu pokoknya tahunya, dan dia itu orang sini juga pak, tetangga, rumahnya di situ jadi keputusan inilah yang membuat kami, saya selaku orang tua perempuan dan bapaknya pengantin laki-laki, untuk menikahkan nya, biar ada yang menjaga antara keduanya, jadi mohon dimaklumi ya pak,… kalau nanti ada sikap berdua yang kurang pas di mata, kurang pas di hati… pokoknya semuanya lah” jelas pak wali

“siap pak” jawab pak penghulu “saya jadi kagum terenyuh” lanjutnya

acara pun dimulai, setelah sambutan dari kedua mempelai, karena sambutan juga seadanya, tidak seperti pesta besar yang semua serba resmi, maka mulai acara pak penghulu juga sudah dipersilahkan masuk ruangan, karena acara di dalam rumah mulai dari saksi sudah mereka persiapkan

Tetap seperti biasa ada meja akad nikah dan ada pelaminan walaupun di dalam rumah, setelah semua perangkat nikah masuk ruangan. Pengantin kelihatan dari wajah berdua yang perempuan bedaknya tidak rata di pipinya, listriknya melewati garis bibirnya saat meletakkan mahkota di kepalanya ia tersenyum orang di sekelilingnya pun bersorak kecil “woeee” matanya mencari dari mana suara itu adiknya yang dari menyiapkan kamera ponsel “jebret, jebret” lalu ia “lok lok lok” katanya meminta melihat hasil jepretan adiknya itu, tak banyak, bantah adiknya menunjukkannya, “cantik kan!” kata adeknya kemudian adiknya pasang gaya selfie “lagi” katanya “jebret” . ibunya yang dari tadi memperhatikan “udah ndok” katanya kepada adik penganten ini. adiknya lalu pergi ke barisan belakang pengantin yang juga kakaknya. Biasanya pengantin menjaga benar dengan make up nya, kali ini pengantin DS ini  tidak menjaga make up nya, duduknya, geraknya tidak  berbeda dengan pengantin biasa, menjaga semuanya penampilan agar tetap cantik karena ratu hari itu.”Dimaklum ya pak “ kata pak wali

sementara yang laki-laki duduk diam di sampingnya topinya miring disuruh pakai jas “moh” katanya kemudian ia tertawa lepas tidak tertahan. Ayahnya mencolek dari belakang , ia pun tiba tiba diam. “assalamu alaikum” mulai lah pak penghulu memeriksanya, tak banyak pertanyaan pak penghulu, karena sudah diterangkan oleh walinya sebelumnya, hampir semuanya. Akad nikah pun terjadi antara dua pasangan ini dan disahkan oleh saksi sah sudah keduanya menjadi suami istri

setelah sah akad nikah, pak penghulu menyuruh pengantin laki laki menyerahkan mas kawin ke pengantin perempuan . saat penyerahan, tak langsung diterima oleh istrinya ia masih melihat sekilas ibunya, setelah ibunya mengangguk baru ia menerima pemberian suaminya yang merupakan maharnya, “ disalam kata pak penghulu ia pun menyalami suaminya, kemudian pak penghulu menyuruh pengantin laki laki menyalim walinya yang merupakan mertuanya akhirnya semua yang ada di ruangan itu disalamnya diikuti istrinya dengan suruhan orang tuanya

pelaminannya tidak pakai kursi hanya dinding rumah di dihias seadanya dan kedua pengantin itu duduk lesehan di depannya, setelah keduanya duduk di pelaminan, kembali adiknya datang dan mengatakan “ayo foto…”. pengantin perempuan ini menjulurkan kakinya ke sebelah kanan dekat suaminya dan tangan kirinya menopang badannya lalu mengangkat tangan kanannya dengan  dua jari gaya foto anak sekarang, “cuss…. “  ucapnya kemudian adeknya menyuruh untuk dekat dengan suaminya untuk diambil foto, iapun menuruti perkataan adeknya dan mereka foto disana

setelah selesai  tugas pek penghulu ipun pamit kepada wali dan semua yang ada di sana.

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Ikhtiar Menjadi Penghulu yang Penulis

15 Mei 2026 - 10:08 WIB

KIAT SAKINAH MAWADDAH WA ROHMAH (8)

13 Mei 2026 - 09:03 WIB

Benarkah Dosa Istri Ditanggung Suami?

12 Mei 2026 - 09:20 WIB

DIBERI AMANAT HARUS AMANAH

11 Mei 2026 - 23:17 WIB

Tanggungjawab Amanah

DOSA ORANG TUA DI TANGGUNG ANAK

11 Mei 2026 - 21:33 WIB

KIAT SAKINAH MAWADDAH WA ROHMAH (7)

11 Mei 2026 - 06:45 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x