Menu

Mode Gelap

Hikmah · 19 Mei 2026 21:41 WIB ·

GONG PERNIKAHAN

Penulis: syafran lubis


 GONG PERNIKAHAN Perbesar

GONG PERNIKAHAN

Jam menunjukkan Tepat pukul sepuluh menjelang siang, Ella Agustina binti Paiman dan Ahmad Mashuri bin Abdul Hadi mengucap prosesi pernikahan. Sebelum jam yang ditentukan punduh, orang pintar yang dimintai pendapatnya mempersiapkan  segala persiapan yang harus di siapkan di meja prosesi dan  sudah harus siap di tempat masing masing mulai dari perangkat nikah wali kedua mempelai saksi dan penghulu nomor satunya karena dialah yang akan memandu acara akad nikah yang sakral tersebut.

Setelah sambutan kedua belah pihak, mempelai laki laki dan mempelai perempuan, seorang laki laki yang berpakain jawa lengkap mulai dari kain jarik, beskap,blangkon , selop dan keris terselip di pinggangnya sebelah belakang, ia sibuk wara wiri menaruh satu persatu perlengkapan macam macam bunga di atas nampan kelapa muda di tengahnya di sampingnya ada mangkok berisi air dan lidi pendek sekitar 30 cm diikat layaknya sapu lidi dan di samping ada baki besar dan sendok jadul besar dan panjang yang terbuat dari batok kelapa dengan tangkai bambu.

Perangkat nikah pun sudah mendekat ke meja prosesi akad nikah mulai dari wali, dua pengantin dua saksi dan beberapa orang yang mungkin termasuk keluarga dekat kedua mempelai. Pak penghulu masih bertanya baki besar ini untuk apa dan sendoknya” tanya dalam hati.. “ tapi.. akh biarlah’ lanjutnya . sebenarnya ia ingin bertanya apa guna baki dan sendok jadul itu

“ kita mulai ya pak wali” kata pak penghulu

“Ya pak” jawab pak wali

Akadnya tepat jam sepuluh ya pak KUA” bisik seorang yang berbaju adat jawa lengkap ke telinga pak penghulu, ia menoleh ke arah suara lalu tersenyum dan “ iya pak insya allah” jawabnya, laki laki itu mengacungkan jempol dengan mantap ke pak penghulu lalu ia mengambil mik yang dari tadi sudah tergeletak di depannya, jempolnya bergerak ke atas memastikan sudah ‘on’, telunjuk kirinya menyentuh ujungnya “dum dum” terdengar suara menandakan mikrofon ready

Assalamualaikum waroh matullohi wabarokatu” pak penghulu memulai tugasnya memeriksa berkas kedua pengantin itu dan di bacanya satu persatu data kedua calon pengantin dan walinya tidak ada yang berbeda dengan apa yang ada di tempat pernikahan itu kemudian ia memutar pergelangannya melihat jam yang melingkar di lengannya “ masih ada waktu sepuluh menit “ batinnya “ sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada bapak wali yang mempunyai hak sepenuhnya terhadap anak perempuannya ini “ pak penghulu meletakkan mic di depan pak wali.

Pak wali lalu mengambil mik dan “ langsung ya pak “

“Monggo mau langsung atau coba dulu”

“Kita coba ya…” matanya mengarah ke pengantin laki laki

“Iya pak “ jawab pengantin laki laki

Setelah semua siap pak penghulu memulai khutbah sambil inten menatap jam tangannya, lalu suara pak wali memulai “ ya.. Ahmad Mashuri bin Abdul Hadi aku nikahkan anak kandungku kepadamu dengan maskawin seperangkat alat sholat dibayar tunai” jarum jam pas membentuk sudut 30 derajat di angka dua belas dan angka sepuluh “aku terima nikahnya Ella Agustin dengan maskawin tersebut “ “sah” kata saksi dari pihak perempuan “ teng….” terdengar suara baki dipukul pak punduh .. “ belom, belom” kata saksi dari pihak laki laki “ akhhh.. “ terdengar suara punduh di sebelah kanan pak penghulu… “ belum disebut nama nya” kata saksi itu “nama anak perempuannya siapa?” “Belum disebut” kata saksi.. “ ya udah di ulang kata punduh”

“Ya.. Ahmad Mashuri aku nikahkan engkau dengan anak kandungku yang bernama Ella Agustin dengan membayar mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai “

“Aku terima nikahnya Ella Agustin binti bapak Paiman dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai “ suara pengantin laki laki terdengar lantang menjawab qobul nya

Saksi dari pihak laki laki tak menjawab tapi tersenyum sambil mengacungkan jempol dua di atas meja akad nikah “teng……. teng teng teng….. “ suara baki itu terdengar nyaring di dekatkan dengan microphone, samping telinga kanan pak penghulu pengganti suara senapan militer atau pengganti suara petasan sebagaimana yang dilaksanakan dalam pernikahan di kota kota..

Pak penghulu baru tahu ternyata baki dan sendok jadul itu adalah bagian dari acara akad nikah itu, ia sempat kaget pada saat dipukul yang pertama dan tidak jadi karena belum disahkan oleh salah seorang saksi. Setelah doa penutup dari pak penghulu ia pun menyerahkan buku nikah dan pamit pulang.

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 7 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Duda Boleh Langsung Menikah Lagi? Tidak Semudah Itu

19 Mei 2026 - 12:25 WIB

DOWN SYNDROME

16 Mei 2026 - 05:38 WIB

KIAT SAKINAH MAWADDAH WA ROHMAH (8)

13 Mei 2026 - 09:03 WIB

Kontekstualisasi Hukum Kurban: Analisis Integratif Bahtsul Masail, Ormas Islam, dan Maqashid Syariah

12 Mei 2026 - 23:33 WIB

Benarkah Dosa Istri Ditanggung Suami?

12 Mei 2026 - 09:20 WIB

DOSA ORANG TUA DI TANGGUNG ANAK

11 Mei 2026 - 21:33 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x