Menu

Mode Gelap

Kolom · 27 Jun 2026 07:52 WIB ·

Jangan Terlalu Sering Berandai-Andai

Penulis: Mahbub Fauzie


 Jangan Terlalu Sering Berandai-Andai Perbesar

Catatan Mahbub Fauzie

Hati menjadi resah dan gelisah ketika kita terlalu sering membiasakan diri berandai-andai dalam menyikapi persoalan hidup. Pikiran dipenuhi berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Kita sibuk membayangkan, “Seandainya dulu saya memilih jalan lain,” atau “Bagaimana kalau nanti semuanya gagal?” Akibatnya, energi habis untuk sesuatu yang belum tentu nyata.

Berandai-andai yang berlebihan sering kali melahirkan penyesalan terhadap masa lalu dan kecemasan terhadap masa depan. Padahal, keduanya berada di luar kendali kita. Masa lalu tidak dapat diulang, sedangkan masa depan masih menjadi rahasia Allah. Yang berada dalam genggaman kita hanyalah hari ini: bagaimana bersikap, berusaha, dan mengambil keputusan dengan sebaik-baiknya.

Dalam ajaran Islam, seorang mukmin diperintahkan untuk berikhtiar secara maksimal, lalu bertawakal kepada Allah. Rasulullah SAW juga mengingatkan agar tidak larut dalam ucapan “seandainya” setelah musibah terjadi, karena hal itu dapat membuka pintu kesedihan yang berkepanjangan. Sikap yang lebih baik adalah menerima ketetapan Allah dengan lapang dada, mengambil pelajaran, lalu bangkit memperbaiki keadaan.

Bukan berarti kita tidak boleh melakukan evaluasi. Muhasabah tetap diperlukan agar kesalahan tidak terulang. Namun, evaluasi berbeda dengan berandai-andai. Evaluasi menghasilkan hikmah dan perbaikan, sedangkan berandai-andai yang berlebihan justru melahirkan kegelisahan, menyalahkan diri sendiri, bahkan mengikis rasa syukur.

Hidup akan terasa lebih ringan ketika kita fokus pada apa yang bisa dilakukan saat ini, bukan pada berbagai kemungkinan yang tidak dapat diubah. Orang yang hatinya tenang bukanlah mereka yang hidup tanpa masalah, melainkan mereka yang mampu menerima kenyataan dengan bijaksana, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Karena itu, ketika menghadapi persoalan hidup, jangan biarkan diri terjebak dalam labirin angan-angan. Gantilah kalimat “seandainya” dengan “apa yang bisa saya lakukan sekarang?” Di situlah ketenangan mulai tumbuh, harapan kembali menyala, dan hati menjadi lebih damai dalam menjalani setiap takdir yang telah Allah tetapkan.

5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 10 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗝𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗹 𝗜𝗹𝗺𝘂 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗛𝗮𝘁𝗶

18 Juni 2026 - 18:37 WIB

𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗔𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗣𝗿𝗼𝗳𝗲𝘁𝗶𝗸: 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗡𝗮𝗯𝗶 𝗠𝘂𝘀𝗮 𝗔𝗦

16 Juni 2026 - 21:53 WIB

Camat dan Kepala KUA Tawang ,Penyuluh Agama dan para Lurah Angkat Piala Bergilir, Kecamatan Tawang Resmi Sabet Gelar Juara Umum MTQH XVI Kota Tasikmalaya 2026

15 Juni 2026 - 11:11 WIB

Menyelaraskan Kata, Hati, dan Perbuatan

12 Juni 2026 - 00:39 WIB

Otoritas Wali Nikah: Studi Komparatif Madzhab dan Hukum Positif Indonesia

5 Juni 2026 - 16:56 WIB

URGENSI DAN AKSELERASI PUBLIKASI KARYA ILMIAH DI KALANGAN PENGHULU: ANALISIS PENGEMBANGAN PROFESIONALISME BERKELANJUTAN DI KOTA TASIKMALAYA

31 Mei 2026 - 00:41 WIB

Trending di Kolom
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x