Menu

Mode Gelap

Karya Ilmiah · 16 Jun 2026 08:18 WIB ·

Mengingat Bencana dari Sudut Pandang Manusia (Resensi Buku)

Penulis: Mahbub Fauzie


 Mengingat Bencana dari Sudut Pandang Manusia (Resensi Buku) Perbesar

Mengingat Bencana dari Sudut Pandang Manusia

(Resensi Buku: Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh)

Identitas Buku

Judul: Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh
Editor: Achmadi Jayaputra
Penerbit: Mahara Publishing, Tangerang
Tahun Terbit: 2026
Tebal: xiii + 261 halaman
ISBN: 978-602-466-274-5

 

Aceh merupakan wilayah yang tidak asing dengan berbagai bencana alam. Selain pernah mengalami tragedi tsunami tahun 2004, Aceh juga kerap menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Peristiwa yang terjadi pada akhir tahun 2025 kembali mengingatkan bahwa bencana bukan sekadar persoalan alam, melainkan juga persoalan kemanusiaan yang menyisakan luka, pelajaran, dan harapan.

Dalam konteks itulah buku Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh hadir. Buku ini tidak hanya mendokumentasikan peristiwa bencana, tetapi juga merekam pengalaman, refleksi, serta pelajaran berharga yang dapat dipetik dari berbagai kejadian yang menimpa masyarakat Aceh.

Buku ini merupakan karya kolaboratif yang menghimpun tulisan para akademisi, peneliti, praktisi, relawan, dan pemerhati sosial dari berbagai latar belakang. Keberagaman perspektif tersebut menjadi kekuatan utama buku ini karena mampu menghadirkan pandangan yang komprehensif dan multidisipliner tentang bencana. Saya sendiri mendapat kesempatan menjadi salah satu kontributor melalui tulisan berjudul “Bencana Hidrometeorologi dalam Perspektif Agama, Etika Lingkungan, dan Tanggung Jawab Sosial.”

Isi Buku

Buku ini disusun dalam empat bagian utama. Bagian pertama membahas berbagai aspek dasar yang berkaitan dengan Aceh, lingkungan alam, karakter masyarakat, kearifan lokal, perspektif agama, komunikasi kebencanaan, serta mitigasi bencana. Bagian kedua menghadirkan kisah-kisah pengalaman masyarakat yang terdampak bencana. Bagian ketiga mengulas layanan kemanusiaan dan kiprah para relawan dalam masa tanggap darurat maupun pemulihan. Adapun bagian keempat berisi refleksi dan analisis mengenai dampak bencana dari berbagai sudut pandang.

Yang menarik, buku ini tidak terjebak pada penyajian data statistik, jumlah korban, atau kerusakan fisik semata. Fokus utamanya adalah manusia: bagaimana mereka menghadapi musibah, bertahan dalam keterbatasan, saling menguatkan, memaknai kehilangan, serta membangun kembali kehidupan yang sempat porak-poranda. Pendekatan ini menjadikan buku terasa hidup dan menyentuh sisi kemanusiaan pembaca.

Keunggulan Buku

Keunggulan pertama buku ini terletak pada keberagaman perspektif yang ditawarkan. Pembaca diajak melihat bencana dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari agama, budaya, psikologi, kesehatan, komunikasi, hingga kebijakan publik. Keragaman ini membuat pembahasan terasa kaya dan tidak monoton.

Keunggulan kedua adalah kedekatannya dengan realitas lapangan. Sebagian besar tulisan lahir dari pengalaman langsung para penulis yang menjadi penyintas, relawan, peneliti, maupun pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Karena itu, narasi yang disajikan terasa autentik dan memiliki daya sentuh yang kuat.

Keunggulan ketiga adalah nilai edukatif yang terkandung di dalamnya. Buku ini layak menjadi bahan bacaan bagi masyarakat umum, mahasiswa, peneliti, pegiat kebencanaan, hingga para pengambil kebijakan. Melalui berbagai tulisan yang ada, pembaca diajak memahami pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

Kekurangan Buku

Sebagai buku bunga rampai, gaya penulisan antarpenulis tentu berbeda-beda. Ada tulisan yang sangat akademis dan berbasis data, sementara yang lain lebih reflektif dan naratif. Akibatnya, kedalaman pembahasan pada setiap bab tidak selalu sama.

Selain itu, karena sebagian tulisan disusun tidak lama setelah terjadinya bencana, beberapa data dan analisis masih berpotensi berkembang seiring hadirnya penelitian dan kajian lanjutan. Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi nilai penting buku ini sebagai dokumentasi awal yang berharga.

Penilaian Akhir

Aspek Manusia dalam Bencana di Aceh merupakan buku yang penting, relevan, dan layak dibaca oleh berbagai kalangan. Buku ini mengingatkan bahwa di balik setiap peristiwa bencana terdapat manusia-manusia yang berjuang mempertahankan harapan, menguatkan sesama, dan bangkit dari keterpurukan.

Lebih dari sekadar dokumentasi kebencanaan, buku ini adalah catatan kemanusiaan yang mengajarkan empati, solidaritas, kepedulian sosial, serta pentingnya membangun ketangguhan masyarakat. Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bahwa bencana bukan hanya tentang kerusakan yang ditimbulkan, tetapi juga tentang kekuatan manusia untuk bertahan dan bangkit kembali.

“Bencana mungkin meruntuhkan bangunan dan infrastruktur, tetapi semangat kemanusiaan yang tumbuh di tengah musibah sering kali menjadi fondasi terkuat untuk membangun kembali kehidupan.”

*Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd (Salah Seorang Anggota Tim Penulis Buku)

5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 47 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Otoritas Wali Nikah: Studi Komparatif Madzhab dan Hukum Positif Indonesia

5 Juni 2026 - 16:56 WIB

Dahsyatnya 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Kesempatan Emas Meraih Pahala Berlipat

17 Mei 2026 - 23:58 WIB

IBTHOLUL QIYAS (PEMBATALAN QIYAS) Dalam kitab al-Ihkam fi Usulul Ahkam, Ibnu Hazm az-Zhohiri

16 Mei 2026 - 23:55 WIB

PERLINDUNGAN HUKUM HAK HAK ISTERI DAN ANAK { IMPLEMENTASI KETENTUAN PENCATATAN PERKAWINAN DAN IMPLIKASINYA}

8 Mei 2026 - 16:09 WIB

PENTINGNYA MEMBANGUN RUANG EKSPRESI ANAK DALAM KELUARGA

1 Mei 2026 - 17:55 WIB

Teknik Memimpin Akad Nikah yang Singkat dan Sesuai Syariat

24 April 2026 - 11:11 WIB

Trending di Karya Ilmiah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x