Menu

Mode Gelap

Hikmah · 6 Jul 2026 22:36 WIB ·

DUNIA DAN SEISINYA

Penulis: syafran lubis


 DUNIA DAN SEISINYA Perbesar

DUNIA DAN SEISINYA

Langit subuh masih gelap, udara pun masih dingin, dan rumah rumah belum sepenuhnya terjaga mematikan lampu malam. Orang orang masih ingin melanjutkan mimpinya, menarik lagi selimut yang tergerus malam, agar terasa hangat kembali tapi fajar dan subuh tak mau menunggu.

Namun lelaki itu memilih bangun lebih awal. Bukan karena tuntutan kerja, bukan karena urusan dunia. Edi namanya ia salah satu korban PHK di perusahaan kota dimana ia tinggal. Ia bangun untuk mengambil air wudhu, menggelar sajadah, lalu menunaikan dua rakaat sunnah Fajar. Shalat yang singkat, tapi dilakukan dengan hati yang tenang.

Hal ini dilakukannya sejak ia di PHK, waktu itu ia sudah menjadi pengangguran, setengah tahun lalu ia mendengar ceramah seorang ustad bahwa ada hadis yang sekira artinya berbunyi “dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya” sebelum PHK ia adalah orang yang jarang bangat sholat jangankan sholat fajar sholat fardhu aja ia sangat jarang , saat disuruh temannya atau siapalah yang mengingatkannya selalu saja ada alasannya , yang gak punya kain lah , gak bersih celananya lah yang pakaiannya kena najis lah … pokoknya ada…. Terus alasan agar terbebas dari ajakan temannya

Mendengar hadis tu ia lalu googling di internet. Kebenaran dari hadits tersebut ia dapatkan hadisnya dari riwayat muslim, ia gak tahu siapa itu imam muslim sepenting apa kedudukan dia dalam hadis apagai kedudukannya sebagai rowi,ia tidak pernah tahu dan ia tidak ingin tahu kayanya … karena yang ia perlukan adalah hadisnya

Terpikir di kepalanya “ jika yang kudapatkan melebihi baiknya dari dunia dan seisinya maka aku akan lebih tenang karena dunia yang selalu aku kejar kejar ini “  pikirnya “ lalu ia berniat menguji kebenaran hadis tersebut “ ia mulai mulai mencari info fajar itu jam berapa , info yang didapatnya fajar adalah waktu subuh “ maka iapun membuat alaram hpnya unutk membagunkannya tepat di jam yang ia rencanakan sekitar jam 04 pagi, sebelumnya ia tidak pernah bangun jam 4.00

Dengan niat kuat ia memulai uji materi hadis itu, di aturnya alarm HPnya jam 4.00 ia pun tidur malam itu sekitar jam 10. Karena tidak terbiasa tidur jam 10 ia tidak bisa tidur, ia terbiasa tidur diatas jam 01 atau bahkan lebih, pada jam yang telah ditentukan pada alarm hp nya ia sama sekali tidak terbangun, beberpa malam tidak terbagun sama sekali, strategi di rubahnya ia tidak tidur siang agar bisa cepat tidur malam, minggu kedua ia sudah mulai terbangun oleh bunyi alarm, dan terbangun , tapi alarm dimatikan dan ia lanjut tidur lagi,,, keadaan ini juga berlangsung agak lama.

Semangat nya tetap kuat karena yang dia kejar adalah melebihi dari dunia dan seisinya otaknya berjalan terus bagaimana ia biar bisa sholat, akhirnya  ia membuat strategi HP di taruh di tempat yang agak jauh dari tempat tidurnya, malam pertama dari strateginya itu ternyata ada yang perlu dihubungi sebelum tidur, ia ambil lagi HP nya dan lupa menaruhnya ke tempat yang jauh dari tempat tidurnya saat bunyi alarm HP nya jam empat pagi ia tinggal main sentuh dan lewat lagi strateginya itu

Taktik selanjutnya dia buat sebelum di ingat ingat siapa yang harus dihubungi setelah selesai dihubungi lalu hp nya ditaruh ditempat yang agak jauh dari tempat tidurnya ia pun tidur, jam yang telah di program HPnya berbunyi ia berjalan  mendekati HPnya dan dimatikannya dan ia merasa berat untuk ke kamar mandi ia duduk di kursi dekat HPnya dan ketiduran di sana hingga azan subuh , dan kelewat lagi

Beberapa hari berjalan demikian ia pun memulai tekadnya yang kuat itu dan saat bangun dia berjalan ke HPnya dan mulailah ia ke kamar mandi untuk wudhu dan ia mulai shalat yang sebelumnya sudah pelajari tata cara shalat fajar dan bacaan bacaannya. Beberapa hari mulai lah ia dengan rutinitasnya yang baru sholat fajar kemudian tidur lagi. Perubahan tidak ada, dan ia pun mulai meragukan hadis itu. Yang semula pikirannya kalau sudah sholat ia akan dapat kerjaan atau ada panggilan lagi dari perusahaan nya atau dari perusahaan lain yang membutuhkannya

Gak usah melebihi dunia dan sisinya .. batinnya sedikit dari dunia juga gak apa apalah “ tapi tidak ada juga yang datang dari apa yang ia bayangkan. Keraguannya bertambah terus dengan kekuatan hadis itu, tabungannya sudah mulai menipis, tapi ia tidak langsung menjust bahwa hadits itu tidak benar, masih terus dilaksanakannya shalat fajar dua rakaat .

Suatu waktu ia berpikir shalat sunnah fajar saja mendapatkan lebih baik dari dunia dan sisinya apalagi sholat subuh yang jelas jelas itu wajib bagi semua orang islam yang baligh dan berakal. Pikirannya terus berjalan “ motor saja tidak mau hidup jika tidak ada mesinnya , mesin shalat sunnah adalah sholat wajib, sebab seribu kali sholat sunnah tidak akan bisa menggantikan satu rakaat sholat wajib,  salah satu sholat wajib adalah shalat subuh, berarti sholat subuh, dengan logika sehat ia jauh lebih baik berkali kali dari sholat fajar sementara shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya  .

Bagaimana bisa hidup shalat fajar jika sholat subuhnya saja tidak ada pikirannya, ia merasa salah strategi dengan sholat fajar jitu, karena logikanya “shalat fajar tidak akan menghasilkan apa apa jika sholat subuhnya tidak dilaksanakan “ bagaimana motor shalat fajar  bisa hidup jika mesin nya tidak ada dan mesin shalat fajar adalah shalat subuh. Karena sudah terbiasa sholat fajar dan waktu sholat subuh adalah sesudah shalat fajar maka tidak hal susah buat dia melaksanakan sholat subuh.

Beberapa minggu ia sudah akrab dengan rutinitas dan kegiatannya ini, tapi panggilan juga belum ada dan belum datang, sempat ada ragu lagi di hatinya kebenaran dari apa yang ia pelajari itu lagi. Tapi logikanya mengatakan tidak ada yang salah dengan penarikan dari kesimpulan logika terakhirnya “ motor bisa hidup jika ada mesinnya , shalat fajar mesinnya sholat subuh, sholat fajar bisa hidup jika ada sholat subuh”

Dalam menjalani rutinitas sholat subuh dan sholat fajarnya ini hatinya merasa tentram, kesehatannya bertambah karena waktu tidur dan bangun mengikuti kehidupan normal, jika waktunya tidur ya tidur waktunya bangun ia juga sudah bangun, jika badannya merasa sehat maka pikiran pikiran yang positif juga akan datang karena al aqlus salim fil jismis salim , misana et korpora sano.

Lama rutinitas ini ia jalani sampai ia mulai berdamai dengan harapannya ia mulai berdamai dengan hatinya ia mulai berdamai dengan keinginannya yang mengejar dunia kerja. Sampai pada suatu hari , terbesit di hatinya berjualan cilok karena antara rumah dan masjid ada sekolahan , ia coba berjualan cilok dan apa yang ia dapatkan cukup untuk kebutuhannya sehari hari , tak lebih tapi apa yang menjadi kebutuhannya selalu saja iadapatkan.

Lama lama ia berpikir lagi kok bisa aku sampai disini berjualan cilok. Ia ingat lagi mulai dari beberapa bulan bahkan setahun lebih ia memulai dari sholat fajar yang lebih baik dari dunia dan sisinya, hatinya pun tenang berjualan cilok, terbersit lah di hatinya jika dunia dan seisinya ataupun yang lebih baik dari dunia dan seisinya diberikan yang maha kuasa kepada kita tapi kita tidak merasa tenang di dunia ini itu tidak akan sebanding dengan apa yang kita dapatkan sedikit dari dunia dan seisinya itu dengan ketenangan di hati kita “ maka ia simpulkan bahwa shalat fajar adalah ketenangan. Dunia dan sisinya adalah tipu daya , “mata’ul ghurur “ lebih baik kita mendapatkan sedikit tapi tidur dengan tenang daripada mendapat kan banyak tapi kita tidak bisa tidur

رَكْعَتَا اَلْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ اَلدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya (HR Muslim no. 725).

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Strategi dan Dinamika Proses Review serta Revisi Karya Ilmiah: Tantangan Budaya Publikasi Penghulu

3 Juli 2026 - 16:41 WIB

PROBLEMATIKA NIKAH HAMIL DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: ANALISIS ‘URF ANTARA MASLAHAH DAN SYARA’

3 Juli 2026 - 14:56 WIB

Ketika Pekerjaan Menjadi Amanah, Bukan Sekadar Mata Pencaharian

29 Juni 2026 - 03:15 WIB

Jangan Terlalu Sering Berandai-Andai

27 Juni 2026 - 07:52 WIB

Jejak Kebaikan yang Diam-Diam Menginspirasi

26 Juni 2026 - 08:48 WIB

KELUARGA HARMONIS (Tenang)

19 Juni 2026 - 08:58 WIB

Trending di Hikmah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x