Menu

Mode Gelap

Buletin · 22 Apr 2026 11:10 WIB ·

Inilah hal yang perlu diketahui penghulu dalam profesi pelayanan publik!

Penulis: Abdul Ghofur, S.Ag., M.Pd., C.PST.


 Inilah hal yang perlu diketahui penghulu dalam profesi pelayanan publik! Perbesar

Bekerja dalam hal pelayanan publik merupakan satu pekerjaan yang cukup berat. Hal tersebut dikarenakan dalam pelayan publik seorang pekerja dihadapkan oleh berbagai tipe orang yang beragam. Salah satu profesi di bidang tersebut adalah profesi penghulu. Penghulu merupakan sebuah profesi dalam hal pelayanan publik di bidang keagamaan. Dalam hal ini, penghulu selain bertanggung jawab dalam hal administrasi dan hukum yang bersifat kenegaraan juga bertanggung jawab dalam hukum keagamaan (pernikahan). Nah, untuk itu para penghulu hendaknya tahu dan paham terkait orientasi pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan bagian dari Hablun min an-naas yang artinya hubungan dengan sesama manusia. Tentunya dalam hal ini menekankan haqqul adami (hak-hak manusia) yang tidak boleh diganggu.

Dalam sebuah riwayat hadis yang berbunyi

اتَّقِ اللهَ حيثُما كنتَ ، وأتبِعِ السَّيِّئةَ الحسَنةَ تَمْحُهَا ، وخالِقِ النَّاسَ بخُلُقٍ حَسنٍ

“Bertakwalah kamu kepada Allah di manapun kamu berada, dan tindak lanjuti perbuatan buruk dengan perbuatan baik untuk menghapusnya, dan perlakukan orang lain dengan akhlak yang baik”(H.R. At-Tirmidzi)[Matan Arbai’n An-Nawawiyyah, Abi Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi]

Dalam hadis tersebut, jika kita amati setidaknya ada tiga pola hubungan yang harus diperbaiki oleh seorang yaitu:

  1. Hubungan vertikal (manusia dengan Tuhannya) yang meliputi bagaimana seseorang dalam bekerja mengutamakan kejujuran, amanah, dan tangung jawab dengan sadar bahwa ia dalam melakukan pekerjaan dilihat dan diketahui oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam hal ini, penghulu seharusnya dalam melakukan pekerjaannya mengutamakan kehati-hatian, teliti, tidak terburu-buru dalam membuat keputusan terlebih dalam masalah hukum.
  2. Hubungan self-personality (manusia dengan dirinya sendiri) yang meliputi bagaimana seseorang mengelola dirinya agar tidak berlebihan dan berkekurangan dalam melakukan sesuatu, tidak mandeg dalam berpikir, berusahan meningkatkan kemampuannya dan yang terpenting mengutamakan kebaikan. Dalam hal ini, penghulu seharusnya dalam melakukan pekerjaannya mengutamakan kehati-hatian, berproses dengan baik dari hari ke hari dalam hal pelayanan sehingga meminimalisir kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
  3. Hubungan horizontal (manusia dengan sesama manusia) yang meliputi bagaimana seseorang dalam bergaul mengutakan budi pekerti atau akhlak yang baik kepada sesama, tidak membeda-bedakan antar manusia dalam melakukan pelayanan publik. Dalam hal ini, penghulu seharusnya dalam melakukan pekerjaanya mengutamakan kehati-hatian, tidak berorientasi lain kecuali untuk hidmat (pelayanan umat), tidak membeda-bedakan masyarakat, memudahkan pelayanan, berorientasi pada kemudahan layanan dan tidak mempersulit masyarakat jika memang pelayanan tersebut dapat diselesaikan dengan mudah.

Dalam praktiknya, seperti contoh misalnya dalam hal legalisir buku nikah. Langkah pertama yang dilakukan adalah menanyakan fotokopi buku nikah. Kemudian menanyakan apakah buku nikah yang asli dibawa atau tidak, dan baru kemudian dilegalisir. Masalahnya terkadang seseorang yang datang ke KUA tidak serta membawa buku nikah yang asli karena mungkin ada kendala atau hanya punya softfile-nya di gadgetnya. Nah, dalam hal ini apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang penghulu untuk memudahkan pelayanan?. Solusinya, penghulu tidak perlu memaksakan harus adanya buku nikah yang asli untuk diambil dan dibawa kembali ke KUA, akan tetapi cukup memfoto buku nikah tersebut dan kemudian memvalidasi buku nikah tersebut kepada KUA yang tertera di buku nikah tersebut.

Demikianlah, contoh praktik bagaimana seorang yang bekerja di bidang pelayanan publik dapat menerapkan tiga pola hubungan ( hubungan vertikal, hubungan self-personality, dan hubungan horizontal (manusia dengan sesama manusia).

Previous Post NIKAH DISABILITAS 
3 2 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 28 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Apri Rembang Bakal Gelar Diskusi Munakahah

14 April 2026 - 10:55 WIB

“Tradisi Tahlilan dan Ziarah Kubur: Antara Ajaran Agama dan Budaya Masyarakat”

14 April 2026 - 10:53 WIB

Dialektika Takwa dan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Tasikmalaya Pasca-Ramadhan

2 April 2026 - 14:01 WIB

KUA Patamuan Laksanakan “The Most KUA”

15 Maret 2026 - 09:26 WIB

Harmonisasi Rakaat Tarawih: Tinjauan Dalil dan Solusi Fiqih

27 Februari 2026 - 16:16 WIB

Dunia Itu Lahwun, Akhirat Itu Hayawan

24 Februari 2026 - 14:38 WIB

Trending di Kolom
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x