KIAT SAKINAH MAWADDAH WA ROHMAH (2)
Dalam hubungan keluarga, suami dan istri harus memenuhi kewajibannya masing-masing. Suami yang ideal dalam konsep Islam yakni yang mampu menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Dalam hal ini, suami harus memenuhi tanggung jawab nafkah, mendidik, mengatur, serta membimbing keluarga dalam kebaikan sesuai syariat Islam. Sementara itu, sebagai seorang istri harus menjaga diri dan hartanya, serta menjalankan kewajiban untuk taat kepada suami. Sebab meninggalkan ketaatan pada suami adalah dosa besar bagi wanita.
Sebaliknya, istri yang taat kepada suami akan mendapat pahala yang besar. Ini bisa terwujud dengan adanya kasih saying. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban).
Dengan menjalankan kewajiban masing-masing, tujuan mencapai keluarga yang harmonis akan lebih mudah. Keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah, tidak akan terwujud jika tidak ada rasa kasih dan sayang antar sesama anggota keluarga. Sepasang suami dan istri harus saling menyayangi satu sama lainnya, dan salah satu cara atau kiat untuk meraih kelaurga sakinah mawaddah wa rohmah itu antara lain adalah
Saling Curhat
Suami menjadi tempat curhat terbaik untuk istri. Dan sebaliknya istri menjadi tempat curhat suami. Ketika ada sesuatu yang mengganjal di hati, tak perlu sungkan untuk menceritakannya kepada suami atau istri. Kesibukan sehari-hari seringkali menjadi kendala untuk saling terbuka satu sama lain antara suami dan istri. Suami sibuk bekerja sementara istri sibuk mengurus anak dan pekerjaan rumah.
Curhat adalah fenomena yang sangat umum dalam kehidupan keseharian rumah tangga. Banyak orang melakukannya tanpa sadar, baik saat berkumpul dengan teman, keluarga, atau bahkan di media sosial. Curhat artinya mengungkapkan isi hati atau menceritakan sesuatu yang mungkin mengganggu pikiran. Dalam hal ini, curhat dapat menjadi cara untuk melepaskan beban dan mendapatkan dukungan dari orang lain.
Menurut KBBI curhat artinya curahan hati atau unek-unek dan ganjalan. Orang yang curhat biasanya ingin membagikan perasaan atau masalah yang dirasakannya kepada seseorang yang dipercaya. Tujuan curhat bisa bervariasi, mulai dari sekadar ingin didengar, mencari solusi, hingga mendapatkan dukungan emosional. Dalam beberapa kasus, curhat juga bisa menjadi cara untuk memperkuat hubungan. Dari sudut pandang psikologi, curhat artinya, tindakan bercerita tentang masalah kepada orang lain yang dipercaya.
Curhat membantu mengurangi beban pikiran, meningkatkan suasana hati, meredakan stres, dan bahkan meningkatkan rasa percaya diri. Bercerita tentang masalah dapat memberikan kelegaan emosional dan memperbaiki kondisi mental seseorang. Curhat artinya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental. beban pikiran yang bertumpuk dapat menyebabkan stres dan kelelahan mental. Curhat bisa menjadi obat yang membantu meredakan tekanan emosi.
Bercerita kepada orang lain bisa memberikan rasa dukungan dan mengurangi perasaan terisolasi. Oleh karena itu, curhat sangat penting untuk menjaga kesehatan emosional dan mental seseorang. Selain curhat kepada orang lain, seseorang juga bisa curhat pada diri sendiri, misalnya dengan menulis di jurnal atau berbicara dalam hati. Ini bisa menjadi bentuk refleksi diri yang membantu seseorang lebih memahami perasaan dan pemikirannya. Baik curhat kepada orang lain maupun diri sendiri, keduanya memiliki manfaat dalam meredakan stres dan meningkatkan suasana hati.
Oleh karena itu, penting untuk memahami curhat artinya bagi setiap individu dan bagaimana hal itu dapat membantu menjaga keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari. Curhat adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi stres. Saat seseorang bercerita tentang masalahnya, ia melepaskan beban emosional yang mungkin sudah lama dipendam dan akan mengurangi ketegangan dan memberikan ruang untuk bernapas. Curhat bisa meningkatkan suasana hati seseorang.
Ketika seseorang berbagi cerita, ia sering kali menerima dukungan dan respons positif dari orang lain apalagi temapat curhat kita adalah pasangan. Curhat juga dapat membantu seseorang membangun koneksi emosional dengan orang lain. Saat berbagi cerita, ada rasa saling memahami dan empati yang terbentuk. Rasa kesepian akan terkurangi dan meningkatkan rasa keterhubungan.
Seseorang merasa didengar dan dihargai saat curhat, kepercayaan dirinya bisa meningkat, memungkinkan seseorang merasa lebih berharga karena pendapatnya didengar, percaya dirinya akan meningkat. Curhat juga dapat memberikan perspektif baru terhadap suatu masalah. Ketika seseorang bercerita kepada orang lain, ia mungkin mendapatkan saran atau pandangan yang berbeda dan akan membuka wawasan dan membantu menemukan solusi. Seseorang juga akan merasa terbebas dari isolasi saat curhat karena ia menyadari bahwa ada orang lain yang peduli dan ia akan erasakan adanya komunitas.
Bercerita tentang pengalaman traumatis atau pengalaman sulit dapat membantu seseorang memproses emosinya, dan menyembuhkan luka batin. Curhat atau bekomunikasi atau ngobrol dalam suatu hubungan sangat penting. Tanpa adanya ngobrol, hubungan akan terasa membosankan. Sama halnya dengan masalah rumah tangga, kedua belah pihak sama-sama tidak tahu bagaimana harus mengatasinya dengan baik kalau tidak diobrolkan. Maka curhat dengan suami atau istri bisa jadi solusi untuk membangun kembali komunikasi yang sebelumnya minim dilakukan. Dengan curhat yang baik kita bisa meraih sakinah mawaddah wa rohmah.








